"Siapa?" Suara Bu Tari membuat Dania sedikit terlonjak. "Erlangga, Bu." Dania tidak berbohong, Ia memang sempat berbicara dengan Erlangga. "Kamu ini gimana sih, Nak? Belum kapok juga dimanfaatin," "Bagaimana pun, Erlangga itu anak susu aku, Bu. Dulu saat aku kehilangan bayiku, dia yang menghiburku, hubungan dia dan aku adalah anak dan ibu, tidak ada sangkut pautnya dengan Pak Rain, meskipun dia adalah ayahnya." "Ya sudahlah," "Ibu juga perlu tau, Pak Rain menceraikan aku dulu karena dia sakit parah, aku beritahu bukan maksud apa-apa, ini agar kita tidak terlalu membencinya, apalagi membenci Erlangga." "Kalau tidak ada maksud apa-apa, maka terimalah Fahri." "Aku sudah memikirkannya, Bu. Insyaallah aku siap menikah dengan Fahri." Dania merasa, permintaan Erlangga sebelum ia menikah merupakan petunjuk dari sholat istikharahnya. "Alhamdulillah, akhirnya kamu memberi keputusan juga, Nak." Bu Tari memeluk putrinya penuh sukacita, setelah itu ia pergi mencari suaminya lalu m
Last Updated : 2026-04-12 Read more