177 | Darah di LantaiBelakangan ini, ada dua hal yang dibenci oleh Akash dalam hidupnya.Satu, rapat keluarga di tengah malam. Dan dua, siapa pun yang berani menyentuh nama Gista.Sialnya, dua hal itu justru bergabung menjadi satu malam ini dalam wujud undangan darurat yang dikirim langsung oleh asisten pribadi papanya.“Bahkan memanggilku sendiri saja Papa nggak mau.” Akash mendengkus pelan. Dia mematikan mesin mobil. Sekarang sudah pukul satu dini hari. Harusnya dia terlelap nyenyak bersama Gista di tempat tidur. Sayangnya, ponselnya terus menjerit nyaring minta diperhatikan.Lampu-lampu kristal berpendar dingin saat Akash membuka pintu rumah keluarganya yang besar dan megah. Aura dingin dan kejam langsung menyambutnya alih-alih kehangatan yang menenangkan.Akash memicingkan mata, mengetahui jelas dari mana sumber aura penuh ketegangan itu. Saat dua orang itu tak ada di rumah ini, rumah megah ini masih bisa disebut sebagai “rumah”. Namun, setelah kedua orang tuanya hadir, bangunan
Last Updated : 2025-11-30 Read more