Jika kalian masih di bawah 18+, I’am so sorry. Chapter ini bukan untuk kalian. ^^~~“Kamu sadar nggak sih, Gis? Kamu sudah bikin aku gila seharian ini.”Suara Akash rendah, nyaris berbisik di bibirnya. Ciuman mereka memang terjeda sejenak, tetapi jelas Akash tak berniat untuk menjauh. Dahi mereka masih menempel erat. “Apa salahku?” Gista bertanya polos.Jari-jari Akash menyusuri lengan Gista yang masih berbalut jaket, hingga turun di pinggiran kemeja yang dikenakan wanitanya. Lalu tanpa permisi, satu tangan Akash menyusup ke balik helaian kain tipis itu.“Kamu salah,” Akash parau, “karena sudah bikin konsentrasiku buyar hari ini.”“Akash ….” Gista mendongakkan kepala saat bibir Akash mencium kulit lehernya.“Ya, sebut namaku, Sayang.” Akash memberikan hisapan kuat di sana, meninggalkan jejak merah yang juga merupakan klaim kepemilikan.“Kamu sudah buat aku kewalahan. Brengsek, Gista. Apa yang sudah aku buat ke aku? Kenapa seharian ini wajahmu terus muncul di kepalaku?”Gista mengulu
Read more