“Tante, terima kasih karena sudah mengajak Akash ke sini. Susah banget ketemu sama dia. Padahal perjodohan kami sudah ditetapkan sejak lama.”Wanita elegan dengan riasan tipis dan pakaian branded itu mengangguk. Tangannya yang terawat rapi mengangkat cangkir teh. “Putraku ini memang sangat sibuk. Tapi sore ini akhirnya bisa kuseret dia ke sini. Kalian berdua nikmati saja kebersamaan ini. Sekalian sambil lebih mendekatkan diri. Kalau perlu sambil menentukan tanggal baik untuk menikah. Kalau bisa …,” wanita itu mencondongkan badan ke depan, “... Secepatnya saja. Mama sudah pengen menimang cucu.”Suara tawa feminin bergema di meja itu. Seorang wanita cantik, dengan penampilan sama elegannya, menggelendot manja di lengan Akash.“Mama tinggal dulu, ya.” Wanita tua di depan Akash berdiri dari kursi.“Ma.” Akash juga ikut berdiri. Dia segera menyeret ibunya menuju sudut tersembunyi yang berada cukup jauh dari meja yang sudah direservasi.“Kenapa Mama jebak aku kayak gini?” tanya Akash dingi
Last Updated : 2025-12-09 Read more