Namun, Mateo sudah tidak berada dalam kondisi yang bisa mendengarkan permohonan. Pria Amerika itu mengabaikan sepenuhnya rintihan Annora. Kain kimono satin hitamnya tersingkap sepenuhnya, dan dalam hitungan detik, ia mulai memainkan miliknya sendiri di bawah sana dengan gerakan yang kian cepat.Suara desahan napas Mateo yang berat, serak, dan penuh gairah seketika terdengar nyaring, memenuhi setiap sudut kamar mewah yang kedap suara itu. Bunyi gesekan kulit dan deru napasnya yang memburu berbaur dengan audio dari televisi, menciptakan simfoni kegelapan yang membuat Annora merasa seolah sedang disiksa secara mental."Ah... sial, ini luar biasa," desah Mateo tanpa tahu malu, matanya terpejam menikmati sensasi panas yang menjalar di sekujur tubuhnya.Annora terus menangis dalam diam, tubuhnya berguncang hebat karena ketakutan yang teramat sangat. Di dalam benaknya, ia terus berdoa agar malam jahanam ini segera berakhir. Ia merasa begitu kotor dan terhina hanya dengan berada di atas ra
Terakhir Diperbarui : 2026-05-21 Baca selengkapnya