Matahari sudah meninggi di ufuk Swiss, menyinari kamar utama vila Jae Won dengan cahaya keemasan yang hangat, namun Annora masih meringkuk di bawah selimut tebal. Kepalanya terasa berdenyut hebat, seolah ada palu yang memukul-mukul bagian dalam tempurung kepalanya. Tubuhnya terasa begitu berat, seakan setiap inci ototnya telah kehilangan tenaga.Pintu kamar terbuka perlahan. Jae Won melangkah masuk dengan langkah ringan, membawa senampan kayu berisi roti panggang, buah-buahan segar, dan segelas susu hangat. Saat melihat Annora yang masih belum bergerak, raut wajahnya yang tadinya tenang berubah menjadi cemas."Sayang?" Jae Won meletakkan nampan itu di meja nakas dan duduk di tepi ranjang. Ia menyentuh dahi Annora dengan punggung tangannya. "Ya Tuhan, kau demam. Wajahmu pucat sekali."Annora membuka matanya perlahan, menatap Jae Won dengan pandangan sayu. "Aku tidak tahu... tiba-tiba saja aku merasa sangat lemas. Kepalaku terasa ringan sekali, Jae Won.""Kita ke dokter," putus Jae
Last Updated : 2026-06-06 Read more