Tiga hari setelah insiden penyerangan itu, rumah di Beverly Hills terasa seperti sebuah museum kesunyian yang mencekam. Mateo menghabiskan sebagian besar waktunya di ruang kerja, mencoba memulihkan diri dengan menutupi memar di wajahnya di balik kacamata hitam, bahkan di dalam ruangan sekali pun.Annora, di sisi lain, menjalankan perannya dengan ketelitian yang hampir obsesif. Ia memastikan setiap cangkir teh disajikan tepat pada waktunya, setiap dokumen tersusun rapi, dan rumah itu tetap bersih dari debu. Namun, dinding pembatas di antara mereka kini terasa lebih tebal dari sebelumnya. Annora enggan menanggapi sepatah kata pun di luar urusan pekerjaan. Ia menunduk, berbicara sesingkat mungkin, dan selalu menjaga jarak setidaknya dua meter.Sore itu, cahaya matahari musim panas menyusup melalui celah jendela ruang kerja, jatuh tepat di atas tumpukan berkas yang sedang disortir Annora. Mateo sedang duduk di kursi kebesarannya, memperhatikan gerakan gadis itu dari balik kacamata hita
Last Updated : 2026-06-03 Read more