Jam sudah menunjukan pukul delapan pagi.Sesuai arahan dari Ardi, Rania telah lebih dulu tiba di Café Aroma… tempat dengan nuansa hangat dan aroma kopi yang menenangkan, namun pagi itu dadanya justru terasa sesak.Ia memesan segelas latte hangat, lalu duduk di sudut dekat jendela. Jemarinya mengetuk pelan permukaan meja, tanda gugup yang bahkan tak ia sadari. Entah kenapa, sejak bangun tadi hatinya terasa tidak tenang.Tak lama kemudian, Ardi datang tergesa.“Maaf menunggu lama,” ucapnya sambil menarik kursi di hadapan Rania.“Tidak apa-apa. Aku juga baru sampai,” jawab Rania, berusaha tersenyum.“Kamu mau pesan minum?” tanyanya lagi.“Nanti saja,” sahut Ardi singkat. Wajah pria itu terlihat serius, berbeda dari biasanya.Rania mengangguk. Keduanya pun terdiam, sibuk dengan ponsel masing-masing. Namun Rania sama sekali tak benar-benar fokus. Dadanya semakin berdebar saat jarum jam bergerak perlahan.Sekitar lima belas menit kemudian, seorang pria paruh baya masuk ke dalam café. Lang
Last Updated : 2025-12-27 Read more