Tekanan itu datang tanpa bentuk resmi, tanpa stempel atau sidang terbuka. Ia hadir sebagai kunjungan singkat, sebagai nasihat yang dibungkus kepedulian, sebagai peringatan yang tidak pernah dicatat. Kaisar Wang Rui merasakannya sejak pagi, ketika wajah-wajah di sekelilingnya terlalu berhati-hati, terlalu tenang. Ultimatum tidak diucapkan, namun jelas. Stabilitas atau Lin Qian. Keduanya, kata mereka, tidak bisa berjalan lama berdampingan.Istana bergerak dengan kehati-hatian palsu. Tidak ada tuntutan keras, tidak ada ancaman eksplisit. Hanya sugesti yang diulang dari berbagai arah. Bahwa kekaisaran lelah, rakyat mudah panik dan simbol yang terlalu besar bisa runtuh dan menghancurkan semuanya. Wang Rui memahami permainan itu. Mereka ingin ia membuat pilihan kotor dengan tangan bersih.Lin Qian dipanggil ke paviliun samping, bukan ke balai sidang. Tempat yang tenang, jauh dari telinga menteri dan pengawal. Di sana, udara terasa lebih jujur, sekaligus lebih kejam. Ia tahu, jika jalan am
Read more