Saat menunggu Damar, Diana banyak diam. Hal itu menimbulkan kecurigaan di benak suaminya. “Yang, kamu banyak diem setelah aku di rumah sakit. Ada apa? Kandungan kamu baik-baik aja, ‘kan?” Diana menatap Damar sekilas. Ia ingin bertanya perihal Aldo, namun lidahnya mendadak kelu. Ia menunggu Damar berbicara, ingin tahu apakah pria itu mau jujur atau tidak. Akhirnya, Diana memaksakan senyum di wajah, “Baik, Mas. Kandunganku gak masalah. Hanya aja, akhir-akhir ini aku capek sekali. Mas banyak masalah. Kayaknya gak ada habisnya,” pancingnya agar Damar mau jujur soal Aldo. Sambil menggenggam jemari lentik istrinya yang begitu dingin, Damar merasa bersalah. “Maafin aku, ya, Yang. Sejak kamu sama aku, banyak masalah terus. Mulai dari Carol, Raline, Pak Marvin, perusahaan, dan … Aldo tentunya. Sebenarnya gak ada yang mau punya masalah, Yang. Tapi, apa boleh buat? Kita harus menjalaninya, ‘kan?” Diana benar-benar speechless. Ia tak menyangka Damar berkata dengan begitu tenang mengenai
Read more