“Bentar, Yang. Pak Marvin nelepon aku. Aku angkat, ya?” Saat merasakan ponsel di saku kemejanya bergetar, Damar segera mengangkatnya. Di layar, nama Pak Marvin tertera. “Oke, Mas.” Usai menyerahkan sagarabyang menguap ke istrinya, Damar segera menjauh. Ia duduk di kursi kerjanya dan membuka laptop. Sambil menghubungi Pak Marvin, Damar juga bersiap menghubungi firma hukum milik rekannya, meminta bantuan hukum mengingat ia adalah investor sekaligus salah satu pemegang saham di perusahaan tersebut. “Hallo, Tuan Damar.” Pak Marvin menyapa Damar lebih dulu sekaligus bertanya, “Anda pasti sudah dengar kabar penyegelan perusahaan saya, ‘kan?” “Ya, Pak Marvin. Saya baru saja mendengarnya karena saya baru kembali dari luar kota.” “Tuan Damar, tolong saya. Anda harus berbuat sesuatu, saya merasa ini ada yang tidak beres.” “Baik, Pak Marvin. Tenang dulu, kita cari benang me
Last Updated : 2025-11-29 Read more