“Hm ... mhhhh … Auh … Jimmy!” Saat Jimmy memberi kenikmatan untuknya, jemari Raline mencengkeram sprei kuat-kuat Bersamaan itu pula,ekuk tubuhnya bergelombang seiring sentuhan Jimmy di area intimnya. Setiap desahan yang lolos, pertanda pengkhianatan bagi bibirnya yang terkatup rapat. Dadanya membusung, seolah menantang Jimmy untuk terus bermain dengan begitu liar. “Ah, Jim ... lebih pelan …,” bisiknya lirih, kemudian disambung, “Ampun ... jangan di situ ... sudah, cukup. Aaaah .…” Meski bibirnya memohon untuk menyudahi kegilaan ini, namun ia tidak bisa. Tubuhnya berkhianat. Dan Jimmy tahu, di balik penolakan itu, ada hasrat yang terpendam. Kini, ia berniat membangunkannya. “Sudahlah, jangan merengek seperti itu. Itu hanya akan membuatku makin bergairah. Cukup diam dan nikmati, maka aku akan segera selesai. Aku berjanji tidak akan kasar atau menyakiti bayi kita kali ini, Baby,”
Last Updated : 2025-11-27 Read more