Damar melangkah kembali ke area tunggu bersama Arnold, menghampiri Diana, Kim So Ra, dan Ara. Begitu ia sampai, Kim berpamitan padanya dan Diana.“Oh iya, Tuan Setyawan ... kami pamit pulang dulu,” ucap Kim sambil mendekat dan menggandeng lengan Arnold. Ia melirik putrinya sejenak sebelum melanjutkan, “Ara katanya mau tinggal di sini, dia mau menginap menemani Sagara.”Damar mengangguk singkat, wajahnya kembali datar dan berwibawa di hadapan calon besannya. Dia tetap menanggapi dengan ramah meski sebelumnya ia dan keluarganya diremehkan oleh dua orang tersebut.“Baiklah. Akan kupastikan Ara aman di sini, Nyonya Harven.”“Kami pergi dulu, Mar,” sahut Arnold sambil menepuk bahu calon besannya itu. “Titip Ara, ya.”“Hm. Hati-hati, jalanan licin.”“Oke, Mar. Sampaikan salamku pada Gara, ya.”“Sip.”Setelah pasangan itu menghilang di balik pintu lift, Damar memberikan ruang bagi Ara untuk kembali masuk ke dalam ruang perawatan Sagara. Ia membiarkan gadis itu menjaga putranya, sementara ia
Read more