Mobil yang membawa mereka akhirnya berhenti di halaman rumah.Rumah besar keluarga Hartadi yang selama ini terasa megah dan dingin, kini justru terasa berbeda di mata Luis.Lebih hangat dan hidup.Pintu mobil dibuka perlahan. Seorang perawat yang sudah lebih dulu disiapkan oleh keluarga segera mendekat, membantu menyiapkan kursi roda."Pelan-pelan, Pak Luis," ujarnya sopan.Luis mengangguk.Ia masih bisa berjalan, tetapi untuk jarak jauh atau saat tubuhnya mulai lelah, kursi roda menjadi pilihan yang lebih aman.Shakira berdiri di sampingnya, tangannya siap menopang kapan saja."Den Mas, pelan aja, nggak usah dipaksakan," ucapnya lembut.Luis menatapnya sekilas, lalu tersenyum kecil."Iya, Bu perawat pribadi."Shakira mengerucutkan bibirnya, pura-pura kesal."Aku serius."Luis terkekeh pelan, lalu perlahan duduk di kursi roda. Begitu roda mulai bergerak masuk ke dalam rumah, langkah mereka terasa seperti sebuah awal baru.Para asisten rumah tangga menyambut dengan wajah haru. Beberapa
閱讀更多