Luis tertegun, matanya menatap Shakira dengan rasa tidak percaya, haru, dan keinginan yang tertahan.Selama ini, hubungan mereka selalu didominasi oleh kendali dan paksaan darinya. Namun malam ini, di kamar yang kini terasa hangat, Shakira menawarkan diri dengan ketulusan yang meruntuhkan sisa-sisa egonya."Ra ... kamu serius?" bisik Luis.Shakira tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya memberikan senyum tipis yang menenangkan, lalu perlahan bergerak dari dekapan Luis. Dengan gerakan lembut yang sangat menjaga agar tidak mengguncang tubuh Luis yang masih dalam pemulihan, Shakira memulainya.Luis menarik napas panjang, kepalanya tersandar pada tumpukan bantal di belakangnya. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena adrenalin kecelakaan, melainkan karena debaran cinta yang membuncah.Perlahan, Shakira membuka kancing piyama Luis, mendongak sebentar, memastikan Luis merasa nyaman. Luis hanya bisa memejamkan mata, tangannya meremas sprei dengan pelan saat merasakan sentuhan hangat jemar
Read more