“Aran….Arla….Mamah pulang,” aku langsung memanggil anak-anak begitu sampai di depan pintu.“Mereka nggak ada Mbak.”“Ke mana mereka?! Ke mana?! Ngapain kamu di sini?! Kamu punya rencana apalagi sama Pras?!”“Ya ampun Mbak, tenang dulu. Mbak duduk dulu, mau aku ambilin minum?”“Sudahlah Lila, sudah cukup ya! Berhenti main drama di depan aku! Sekarang kamu bilang sama aku, di mana anak-anakku?!!”“Ssssttttt, ya ampun Mbak Tari, jangan teriak-teriak! Mereka baik-baik aja, Mbak nggak perlu khawatir berlebihan kayak gini.”“Aku tanya sekali lagi sama kamu Lila, di mana anak-anakku?! Di mana?!”“Anak kamu yang besar dijemput temennya, diminta bantuin jaga stand katanya, kalau anak kamu yang kecil sedang mencarikan plester luka buat saya. Kaki saya dua-duanya lecet, mungkin karena nggak cocok sama sepatu baru. Saya minta maaf ya, kami mampir karena kebetulan ada di deket sini.”“Tante….”Sosok yang sangat aku kenal itu ada di rumahku, dia tiba-tiba muncul dari ruang tengah, tidak ad
Read more