“Kok nggak kaget Mbak? Apa sudah tahu kalau dia ini teman saya?” Lila lalu menghampiri temannya, dia berdiri tepat di sampingnya, keduanya lalu tersenyum.“Jelaslah dia tahu. Dia sudah cari-cari info dari mantan adikku, dia juga sudah ketemu sama karyawan yang kamu pecat itu.”“Pantas saja kamu tahu semuanya Mbak. Kita berdua mungkin kurang rapi juga Mas mainnya, payah kamu Mas Pras…ha…ha..ha,” Lila mencubit lengan Prasetyo dengan tatapan genit, ya, seperti yang sudah aku duga, Prasetyo ada di balik semua ini. Mereka berdua bersekongkol.“Itulah kenapa aku tidak bisa berhenti menyukainya Lila, dia ini tidak hanya cantik tapi juga cerdas, feelingnya tajam, hampir nggak pernah meleset. Tapi sayangnya dia nggak bisa milih laki-laki, masa udah pengalaman hidup sama Trisno, sekarang malah deketnya sama Deko. Kan nggak naik level kalau begitu, masih di situ-situ aja. Nggak pernah belajar dia ini,” selama bicara pandangan Pras lurus ke arahku, dia bahkan tidak melihat ke arah Lila saat di
Read more