共有

82

作者: Tie Sugianto
last update 最終更新日: 2026-01-15 00:03:38

“Jangan terburu-buru mengeluarkan sumpah serapahmu padaku Tari! Aku ke sini hanya ingin membuang sampah yang masih tertinggal di rumahku.”

Perempuan itu bicara sebelum aku mengeluarkan suara, dia lalu melirik ke arah koper yang dia bawa. Aku dan Bu Ning yang sudah dalam posisi berdiri ikut memperhatikan, koper butut itu milik Mas Tris.

“Ini rumah saya dan di sini bukan tempat pembuangan sampah, jadi ambil kembali sampah anda dan buang pada tempatnya!” kataku sambil menunjuk koper Mas Tris.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • SUAMI BERSAMA   94

    Mbak Asri berdiri di depan pintu dengan tangan yang membawa parsel aneka buah, dia lalu masuk dan meletakkan parsel itu di meja. Mas Tris terdiam melihat kakaknya jadi tamu yang tidak dia harapkan kali ini.“Apa maksud Mbak?” Mas Tris kembali duduk.“Seperti yang aku bilang tadi, aku yang memberi tahu Tari semuanya. Aku yang menemukan bungkusan uang itu, aku pastikan itu milik kamu karena aku tidak mungkin punya uang sebanyak itu di rumah. Aku juga yang memberi tahu Tari kalau setelah pertengkaran hebat yang terjadi di rumah perempuan tua selingkuhan kamu itu, kamu langsung pergi sembunyi ke rumah saudara kita di kampung. Om Yono sendiri yang bilang padaku kalau kamu menginap di rumahnya dengan alasan survei tanah, kamu bilang sama Om Yono kalau kamu mau pindah ke kampung membawa istri dan anak-anak. Tapi selama di kampung pun kamu entah pergi ke mana saja karena tidak pernah ada di rumah, sedangkan di sini Tari dan anak-anakmu harus menanggung akibat perbuatan maksiat yang kamu lak

  • SUAMI BERSAMA   93

    Kejadian demi kejadian yang menguras pikiranku membuat tubuhku menyerah, kemarin seharian aku tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Demam, sakit kepala, sakit tenggorokan semua datang bersamaan, beruntung anak-anak bisa diandalkan jadi aku bisa istirahat. Hari ini aku sudah bisa duduk di ruang tamu sambil membuka album kenanganku bersama Sika, aku begitu merindukannya.Suara motor yang mendekat membuatku segera menutup album dan meletakannya di meja, aku lalu mengintip dari balik jendela siapa yang datang. Mas Tris datang dengan muka masam tapi kali ini dia tidak lupa mengucapkan salam lebih dulu.“Kamu sudah mendingan?” Mas Tris bertanya setelah duduk di depanku.“Alhamdulillah daripada kemarin,” jawabku datar dengan hati yang bertanya-tanya apakah itu sebuah bentuk perhatian atau bukan.“Tari…jujur aku tidak menyangka kalau keinginan kamu untuk bercerai dariku itu ternyata bukan sekedar gertakan. Selama ini aku yakin kalau perasaan kamu ke aku begitu kuat dan tidak akan muda

  • SUAMI BERSAMA   92

    “Kenapa kamu nggak bilang dari Subuh tadi sih Hen? Kalau kamu bilang dari tadi aku pasti langsung pergi dan nggak akan ikutan gila ngeladenin orang-orang itu.”“Deko yang harus disalahin, bukan aku. Aku udah telepon kamu dari tadi juga nggak kamu angkat, tapi beruntung kamu udah siap juga walaupun ada dua anomali yang menghalangi jalan,”Aku dan Hendi berjalan terburu-buru menuju mobil Hendi yang diparkir di ujung jalan. Hendi sengaja memarkir mobilnya di depan sebuah minimarket karena ingin langsung jalan, tidak perlu putar arah. Ada Mira juga yang ikut dan sedang belanja untuk keperluan Deko dan kami di rumah sakit. Saat kami datang terlihat Mira sedang duduk menunggu di depan toko. Kami lalu masuk ke dalam mobil, aku meminta Mira duduk di depan menemani Hendi.“Jadi Deko bilang apa Hen?” “Semalem Sika drop lagi dan waktu aku tanya perkembangannya Deko bilang lagi ditangani sama dokter. Ya udah aku langsung meluncur ke rumah kamu.”“Sika….. Aku yakin dia pasti kuat, dia pasti

  • SUAMI BERSAMA   91

    “Mau buat drama apalagi sih Bu?” Prasetyo bertanya dengan sikap yang terlihat tidak nyaman.“Kok malah tanya? Kan kalian berdua yang sedang bermain drama selama ini. Akhirnya ketahuan juga kan. Makanya Tari, kamu jadi orang jangan munafik! Teriak-teriak ngatain orang, sok paling suci, nggak tahunya mainnya lebih kotor.”“Heh jaga ya mulutnya kalau ngomong! Jangan asal nuduh!”“Kamu yang harusnya dari awal jaga mulut biar nggak kemakan omongan kamu sendiri. Jelas-jelas kelihatan kalau di antara kalian ini ada sesuatu, masih aja nyangkal.”“Sudahlah, lebih baik kalian pergi dari sini!”“Urusan belum selesai kok disuruh pergi? Kamu mau menghindar ya? Kamu mau sembunyi ya? Kamu takut kan kalau aku kirim video ini ke istrinya Pras sekarang?”“Takut? Kenapa harus takut?” “Wahhh berani sekali kamu, malah nantangin! Pake tanya kenapa harus takut. Kamu sudah berhubungan dengan suami orang, Pras suka sama kamu, Pras berbohong sama istrinya. Di depan istrinya Pras laki-laki yang baik dan

  • SUAMI BERSAMA   90

    “Apa kamu bilang?! Kamu mau menjadikan aku istri kedua?!”“Iya, kenapa memangnya?”“Sakit jiwa!!!”“Kenapa sih dari tadi aku dikata-katain terus? Apa yang salah dengan keinginanku? Semua sudah memenuhi syarat, kamu akan menjadi janda sebentar lagi, kamu akan jadi tulang punggung keluarga yang wajib aku bantu. Kalau soal perasaan jangan ditanya lagi! Dari dulu, sekarang dan sampai nanti perasaanku sama kamu nggak akan pernah berubah.”“Aku memang sudah putuskan untuk berpisah dengan Mas Tris. Iya kamu benar, sebentar lagi statusku berubah. Tapi aku punya pekerjaan dan insyaallah aku masih bisa memenuhi kebutuhan hidupku dan anak-anak, aku tidak butuh bantuanmu! Soal perasaan suka itu urusanmu dan bukan urusanku, aku tidak pernah menyukaimu!”“Jangan sombong dulu! Jangan bilang nggak butuh bantuanku Tari! Kamu nggak tahu apa yang akan terjadi di depan.”“Ini kamu ceritanya ngancam aku?”“Coba mikirnya jangan negatif terus dong Non! Aku nggak bermaksud mengancam, aku nggak akan be

  • SUAMI BERSAMA   89

    Nomor perkara akhirnya sudah aku dapatkan. Sikap Mas Tris yang terus meminta belas kasihanku dan anak-anak tidak berhasil membuatku goyah. Mulai hari ini aku tinggal menunggu panggilan untuk sidang. Aku sudah tidak peduli dengan tanggapan Mas Tris tapi pikiranku beralih pada Mbak Asri, dia dan keluarganya yang akan direpotkan karena kehadiran Mas Tris. Namun aku bertindak bukan tanpa dasar, ada hak Mas Tris di rumah yang ditempati Mbak Asri karena itu adalah warisan orang tua untuk mereka berdua.Hari ini aku akan memberi tahu Mbak Asri kalau aku sudah mendaftarkan gugatan cerai, mumpung anak-anak tidak ada di rumah. Hatiku tetap merasa tidak enak kalau aku tidak menjelaskan duduk persoalannya pada Mbak asri karena dia kakak ipar yang baik hati. Dia selalu ada di pihakku dari awal, apalagi semenjak Mas Tris ketahuan menikah siri dengan Bu Ning dulu. Dia selalu paling depan membelaku kalau aku dan Mas Tris sedang ada masalah, dia tidak segan menegur adik semata wayangnya.“Pagi Tari,

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status