Selama beberapa hari ini Laras benar-bemar tidak bisa jauh dari Dirga. Wanita itu bahkan meminta dua orang suster pendamping di ruang praktiknya. Bahkan ia membatasi operasi caesar, tidak sebanyak sebelumnya. Namun, jam kosong Laras itu disukai anak-anak, karena maminya pulang ke rumah lebih cepat.Seperti pagi ini, si kembar kembali heboh.Leksa yang baru saja merapikan kotak bekalnya ke dalam tas, langsung menatap sang ibu yang duduk di ujung meja. "Mami, hari ini aku dijemput Opa atau Kakek?" tanya Leksa, kelopaknya berkedip pelan.Laksa selesai menghabiskan susunya langsung menyahuti, "Kakek dong! Kakek udah lama nggak jemput kita, iya ‘kan?"Leksa tampak berpikir sejenak lalu mengangguk setuju. Ia menoleh lagi pada Laras dengan mata berbinar. "Mi, Pi, aku mau ke rumah Kakek. Mau lihat kolam ikan, boleh, ya?" tanya Leksa, antusias.Seketika suara denting sendok yang diletakkan kasar di atas piriang membungkam si kembar. Bunyi yang nyaring dan tidak nyaman di telinga itu, memb
続きを読む