“Tante, besok traktir lagi, ya. Ini enak. Apa semua daun enak dibumbu kacang gini juga?” celoteh Laksa, usai menghabiskan dua porsi lotek yang dibelikan Dinda.“Iya, iya, besok Tante traktir lagi. Selama masih murah, aman di kantong, deh,” jawab Dinda sambil menatap Leksa yang begitu lahap. “Kamu pelan-pelan makannya! Untung Papi kalian banyak uang, kalau nggak bisa bangkrut punya dua anak modelan kayak gini, hih.”Dinda bergidik dan mengusap tengkuknya, sedangkan Leksa sedang menikmati nasi lemak karena baginya satu porsi lotek hanya menggelitik lambung.Leksa menoleh ke arah Dinda dengan mulut yang belepotan bumbu kacang dan santan nasi lemak. Dinda yang gemas langsung telaten mengelap bibir keponakannya itu dengan tisu."Putra mahkota ini lucu banget, sih, kayak masih bayi tahu nggak," canda Dinda sambil mencubit pipi Leksa gemas.Bocah itu memajukan bibirnya, Leksa merasa harga dirinya anak ganteng jatuh. Ia ingin mengomel, tetapi perutnya masih lapar, lalu kembali fokus menghabis
Mehr lesen