Malam itu, suasana rumah terasa lebih hangat daripada biasanya. Lampu ruang tengah menyinari lembut, menghadirkan kesan nyaman, seolah menyambut kedatangan Vivienne dan Edward yang baru saja kembali dari luar kota.“Alana sayang,” panggil Vivienne begitu masuk.Alana langsung berlari kecil, hampir seperti anak kecil yang tak sabar. Ia merengkuh tubuh ibunya, menenggelamkan wajah ke pelukan hangat itu. Aroma parfum ibunya bercampur dengan udara malam, membuatnya merasa aman.“Tidak nakal, kan, selama Mama pergi?” suara Vivienne penuh canda, tapi tetap lembut.Alana tersenyum, menggeleng manja. “Enggak, Ma…”Edward ikut mendekat, mengusap rambut Alana dengan tatapan teduh seorang ayah. “Sehat, kan? Baik-baik di rumah?” tanyanya singkat.“Sehat, Pa,” jawab Alana sambil mengangguk.Di belakang mereka, Nero baru saja pulang kerja. Lelaki itu tampak letih, dasi sudah sedikit longgar. Ia hanya mengangkat alis sekilas sebagai salam ketika melewati ruang tengah. Sementara di sofa, Axel duduk b
최신 업데이트 : 2025-09-24 더 보기