“Ini, cobain,” ucap Nero sambil menaruh sepotong daging panggang di atas piring Alana.Alana langsung mengerutkan hidung. “Gak mau, Kak. Amis,” rengeknya dengan nada manja.“Amis dari mana? Ini udah aku panggang sendiri,” jawab Nero santai, tapi bibirnya menahan senyum. “Ayo, cobain dulu. Kalau gak enak, aku habisin buat kamu.”Alana melirik sekilas potongan daging itu, lalu menatap Nero dengan tatapan ragu. “Kamu yakin gak diracunin?”Nero tertawa kecil. “Kalau diracun, masa aku ikut makan juga, Na?”“Ya kali itu akting,” balas Alana, pura-pura curiga, tapi akhirnya tetap menusuk daging itu dengan garpu dan mencicipinya pelan.Begitu potongan kecil itu masuk mulut, ekspresinya langsung berubah.“Hmm…” Alana mengangguk pelan. “Oke deh, gak amis.”“Nah, kan,” ucap Nero puas. “Bilang aja dari tadi.”Meja makan malam itu terasa lebih hidup dari biasanya. Vivianne sibuk mengobrol dengan Reina dan Edward, sementara tawa ringan kadang muncul dari sisi Alana dan Nero. Sesekali Vivianne ikut
Read more