Begitu sampai di kamar mandi, dengan cueknya Mamon lepaskan resliting celananya, hingga Brigitha melengus ke samping, apalagi saat belalai besar-nya ini mulai keluar dari sangkarnya.“Nggak kepingin memegang kah si dedek ini sayang?” goda Mamon, sengaja berlambat-lambat kencing, karena memang tak kepingin-kepingin amat, sengaja ingin goda Brigitha doang yang malam sudah pakai baju daster bobo.“Bawel ih kamu, mau kencing apa nggak sih?” sungut Brigitha mangkel.Tapi Mamon memang nakal, tangan Brigitha yang masih pegang ujung bajunya, langsung ia tarik dan di arahkan ke rudal miliknya yang mulai bangkit.“Aduuhhhh…duhhh…j-jangan di remas kerass sayang, atittt tauuuuu...!” terkejutnya Mamon. Brigitha yang kesal campur gemas langsung remas pelatuk besarnya ini. “Makanya jangan main-main, cepatan, aku tunggu di depan kamar mandi, jangan di tutup pintunya,” dengus Brigitha menahan tawa.“Amboiii, dasar nihh calon bini, mau bikin laki amsiong apa,” sungut Mamon dan akhirnya kencing bena
Terakhir Diperbarui : 2026-01-26 Baca selengkapnya