로그인Apakah Mamon nekat cumbu'i siluman ular ini..? Tunggu di bab berikutnya.
Di pekuburan keluarga Razak yang kini terlihat sepi, setelah dua hari berturut penuh dengan penziarah. Mante Razak duduk termangu menatap dua nisan yang bertuliskan Romeo Akbar Razak dan Yuli Akbar Razak, ini adalah hari ketiga pemakaman anak dan menantunya tersebut.“Maafkan papa Romeo…Yuli menantuku, papa tak bisa mencegah kematian kalian,” gumam Mante menahan kesedihannya, matanya kini sudah tak mengeluarkan airmata lagi, tapi tetap berkaca-kaca.Tiba-tiba Mante kaget, saat melihat seorang wanita yang muncul tiba-tiba dengan rambut awut-awutan dan di tahan 2 orang pengawalnya.“Linda Talang…kalian lepaskan dia!” kata Mante yang masih kaget dengan kemunculan Linda Talang ini, kedua pengawalnya langsung melepaskan wanita yang ternyata memang Linda Talang tersebut.Wanita yang terlihat agak miring otaknya ini lalu menangis gerung-gerung di samping nisan Romeo dan Yuli.“Maafkan mami sayang, mami salaaaaaah, setelah ayahmu kemarin meninggal, kini kalian berduaa…mami gagal dapat duit 3
Dengan suara serak Rey hubungi ayahnya dan ceritakan musibah yang menimpa Romeo dan Yuli, keduanya ternyata berada dirumah sakit yang sama dan dokter pun sama-sama berjuang keras menyelematkan nyawa kedua-keduanya.Dalam hitungan kurang dari dua jam, Mante dan ketiga istrinya datang, Eneng sampai pingsan begitu tiba di rumah sakit, begitu tahu kondis Romeo dan Yuli yang kini sedang menjalani operasi paling beresiko.Raka juga datang dengan ke tiga istrinya, juga Mamon dengan Brigitha, menyusul kemudian kakek Raymond dan nenek Rahma, juga kakek Gojali dan nenek Indri, Gracia juga berjanji akan datang secepatnya ke Jakarta dengan suaminya dari Korea.Kakek Ongky dan nenek Katrin yang kaget bukan kepalang kinu sudah terbang dengan private jet sewaan langsung dari Melbourne.Keluarga Akbar Razak benar-benar kaget bukan main menerima kabar musibah ini. Anehnya...Kakek Balak yang di minta datang dan bawakan ramuan khusus...dengan pelan menolak datang ke Jakarta.Hati Raymond dan Mamon Raza
Romeo dan Yuli kini sudah masuk ke taksi yang akan membawa mereka pulang ke rumah orang tua Romeo."Aku juga ngga sabar ingin ketemuan adik iparku Putri Kuri, juga dedek kecil yang baru lahir di Eropa," ceplos Yuli, saat Romeo bilang Yuli akan di kenalkan pada seluruh keluarganya.Diam-diam ada sebuah mobil yang mengikuti keduanya dan terus membuntuti mobil ini. Begitu memasuki jalan tol taksi ini terjebak kemacetan. Romeo dan Yuli hanya bisa pasrah dan si cantik ini dengan mesra peluk erat tubuh suaminya, hatinya terlampau dan sangat bahagia saat ini.Si sopir taksi ini hanya bisa memandang iri keduanya. "Kayakny penganten baru, padahal usianya masih sangat muda sekali," batin si sopir ini.Tiba-tiba…dorrr…dorrr…dorr…dorr, terdengar 4X tembakan yang di lepaskan seseorang dari balik kaca mobil ini.“Yuliiii…ya Tuhaannn!” teriak Romeo yang kaget melihat istrianya bersimbah darah.“Romeooo…aaahh!” Yuli kontan lunglai dalam pelukan Romeo dan tak bergerak lagi.“Paman tolong terobos jala
“Terima kasih infonya Rizuki,” sahut Rey dan kini hela nafas panjang, dia lalu habiskan wine yang mengandung alkohol ringan, sehingga Rey nggak sampai mabuk.“Rey kamu habis ini mau kemana lagi?” tanya Rizuki lagi, yang belum sadar kala Rey kini berubah 180 derajat wajahnya.“Aku…? Agaknya aku mau keluar saja dari tempat ini, bikin sumpek,” sahut Rey dan dia langsung berdiri, tanpa menunggu jawaban si cantik ini.Rizuki buru-buru mengikuti, untung saja tadi pesanannya semuanya sudah Reu bayarin dengan kartunya, sehingga dia nggak perlu repot-repot harus ke kasir dulu.“Aku ikut yaa…aku juga nggak biasa di sini, bikin pusing,” cetus Rizuki, yang mau tak mau agak repot juga ikutin langkah cepat Rey, apalagi dia pakai heel setinggi 3 centian, dengan gaun dress yang panjang, tapi belahannya sampai ke paha.Rey diam saja dan kini mereka terus jalan menuju ke parkiran dan berhenti di sebuah SUV kuda jingkrak merah, yang Rizuki taulah harganya mehong cyinnn."Gileeee ni orang, tajir juga tern
“Kamu kenapa di bentak-bentak sama orang itu” tanya Rey membuka percakapan dengan si cantik ini.“Orang itu kasar mas, mentang-mentang banyak duit dan ayahnya pejabat. Di pikirnya aku ini wanita gampangan apaaah?” sahutnya dikit terisak dan ambil tissue di meja ini untuk ngelap ingus dan air matanya.“Ooh gitu yaah, namaku Rey, kamu siapa?” Rey sodorkan tangannya, yang di terima si cantik ini, yang seolah kaget, baru nyadar kalau dia sudah lancang duduk di meja milik Rey, yang tentu saja nggak di kenalnya.“Aku Rizuki Wulandari mas..kerjaanku…jadi artis pendatang baru. Soalnya baru 2 film yang aku bintangi, lagi jajaki main sinetron, moga goal dan jadi lompatan karir aku!” Rizuki ulurkan tangan dan di sambut Rey dengan sopan, sekaligus geli sendiri, komplet amat sebutin profesinya.Tapi Rey juga kagum melihat kecantikan Rizuki Wulandari ini, yang mengingatkannya dengan Megan Domani, artis dan juga bintang iklan sebuah sabun kecantikan, dengan kulit cerah dan rambut panjang bergelombang
Hujan ternyata awet, dan se awet itu pula Rey dan Lana terus memadu cinta, apalagi namanya juga sama-sama masih remaja dan lagi puber, makin lama jelas makin asyik donk keduanya mengulang persenggamaan yang asoi ini.Keduanya pun terus memadu cinta hingga tengah malam dan akhirnya tidur kelelahan sampai pagi.Paginya pun Lana kaget tapi setelahnya mendesah-desah lagi, saat Rey kembali mengcangkul miliknya dengan mulutnya dan lanjut dengan belalai istimewanya."Ehmm...bisa ngangkang aku jalan nih, belum apa-apa udaah minta lagi, ini yang 4X nya," keluh Lana, tapi dia pun aslinya...syukaaa lah, sebab Rey nggak langsung main coblos, tapi lakukan foreplay.Sehingga dia pun terbangkit hasratnya dan meladeni kembali permainan panas ini sampai keduanya sama-sama puas.Dan tepat pukul 11 pagi jelang siang ini, si penjaga home stay ini datang, dia pun senyum-senyum tengil melihat jalan Lana yang dikit berubah.“Amboii ni anak-anak remaja, benar-benar daah, harus aku cuci segera ni sprei, pasti
Rahma benar-benar syok berat, tak mengira Raymond yang selama ini dia remehkan, telah menjelma menjadi seorang CEO, bahkan jauh melampau pria yang selama ini menggodanya, Sanusi Rukmono.Atau laki-laki ganteng lainnya yang selama ini tergelo - gelo dengannya.Bahkan yang tak dia sangka-sangka, hanya
Gracia akhirnya tak aneh lagi melihat kelakuan Raymond dan Indri, yang setiap malam memadu cinta, dia pikir itu urusan Abang-nya dan si Tante Indri."Paling ntar Tante Indri bunting, hehehe," batin Gracia lugu.Setiap pagi dia sekolah, dan kamar Abangnya selalu terdengar derit kasur dan desisan Indr
“Duehhhh…jadi kepingin sayang, tapi gimana mainnya,” desah Tante Melly berhenti melumat es krim, yang sudah melenting tegangnya, tapi tangannya tetap berada di tempat itu, sambil urut-urut perlahan.Jalanan mulai ramai lancar dan tentu saja Tante Melly tak berani menaiki tubuh Raymond di saat begini
Raymond sumringah, hadiah sebuah mobil model SUV kompak seri terbaru dari perusahaannya dia terima, mobil jenis hybrid seharga 500 jutaan dan bonus yang nilainya juga wah.Walaupun dari negeri Tiongkok, justru mobil jenis inilah yang cetak rekor penjualan fantastis di negeri ini. Modelnya yang futur







