“Iyah, kita percepat saja, jangan di tunda-tunda, aku lihat si Alice makin ke gatelan dengan Mante, lama-lama malah mereka jadian lagi,” Astrid menelpon Brigitha.“Oh yaa..ya udah, nanti aku rundingkan dengan papanya,” sahut Brigitha sambil nutup telpon.“Lhaaa ada si tante baweeeel,” Raka tiba-tiba kejutkan Astrid, sampai terlepas ponsel di tangannya saking kagetnya.“Astagaaa pocong, ehhh hantu eh kuntuuul, aduhh, kamu Raka bikin tante kaget saja,” seru Astrid yang aslinya dikit latah dan Raka tau ini, makanya dia godain sekalian.Raka terbahak dan buru-buru tarik tangan tantenya lalu menciuminya dan memeluknya erat.“Kapan datang kamu anak nakal, kenapa sih nggak langsung ke Camp Razak, malah di sini nongolnya,” cetus Astrid sambil cubit gemas hidung mancung Raka.Keseruan keduanya mengundang kakek Armani ikutan gabung, sedangkan nenek Yulia, seakan paham, agak menjauh, malas ladeni wajah jutek Astrid.“Kemarin tan, lagi liburan semester, aku kan baru dari rumah kakek dan nenek, nah
Read more