Awan mendung yang menggantung rendah di atas cakrawala Ibu Kota seolah menjadi cermin dari kegelisahan yang menyelimuti hati Han Feng. Sebagai Jenderal Tertinggi, ia tidak bisa meninggalkan markas utama di saat stabilitas istana sedang di ujung tanduk. Dengan berat hati, ia memanggil ajudan kepercayaannya ke ruang strategi. "Li Rui, bawa satu batalion kavaleri terbaik. Menyisirlah dari sisi timur sungai Da Shan hingga jauh ke arah hilir," perintah Han Feng, suaranya berat namun penuh penekanan. "Cari setiap jejak, sekecil apa pun. Serpihan kain, bekas api unggun, atau jejak kaki di lumpur. Jangan kembali tanpa kabar tentang mereka." Bai Xiang, yang sejak tadi berdiri di sudut ruangan sambil mengamati peta, melangkah maju. "Aku akan ikut dalam pencarian ini, Jenderal." Han Feng menoleh, menatap istrinya dengan keraguan yang nyata di matanya. "Xiang, sebaiknya kau di sini saja. Medan di sepanjang sungai itu sangat licin dan berbahaya setelah hujan semalam. Terlebih lagi, sisa-sisa
Last Updated : 2026-01-14 Read more