Sepeninggal Wen Mei, keheningan di dalam kamar pribadi sang Putri terasa begitu menyesakkan. Zhu Yu Liang masih terbaring kaku, namun matanya menatap langit-langit ranjang dengan pandangan kosong. Jantungnya masih berdegup kencang. Ia menyentuh bibirnya sendiri dengan ujung jari yang gemetar; rasa hangat dari kecupan lembut Wen Mei seolah masih tertinggal di sana, membekas bersama aroma mawar yang menguar dari tubuh sang Putri. Wangi ini ... tidak berubah sejak belasan tahun lalu, batin Zhu Yu Liang. Pikiran Zhu Yu Liang melayang ke masa kecilnya. Dahulu, ia hanyalah seorang anak laki-laki pendiam, bertubuh gendut, dan selalu merasa rendah diri. Ayahnya, Zhu Hao, adalah mantan Menteri Keadilan, sering membawanya ke istana saat bertugas. Di sanalah, di antara rimbunnya pohon persik di taman belakang, Zhu Yu Liang pertama kali melihat Wen Mei. Gadis kecil itu selalu tertawa riang, bermain kejar-kejaran dengan seorang anak laki-laki yang lebih besar yaitu Han Feng. Zhu Yu Liang k
Last Updated : 2025-12-28 Read more