Terik matahari yang menembus celah jendela Markas Longyan terasa membakar, namun tak sebanding dengan rasa nyeri yang berdenyut di dada kiri Han Feng. Sang Jenderal terbangun dengan napas tersengal, keringat dingin membanjiri pelipisnya. Ia bermimpi, tentang istrinya, Bai Xiang. Di dalam mimpinya, ia kembali melihat helai rambut putih seputih salju yang berkibar di Gunung Yang, menatap sepasang mata yang menghujam penuh murka, dan merasakan sensasi dingin mata pedang yang merobek dagingnya.Han Feng mencoba bangkit, namun ia mengerang pelan saat luka tusukan di dadanya berdenyut hebat. Setelah kejadian tragis di Gunung Yang, ia kembali ke Ibukota dengan sisa kekuatan yang hampir habis. Ia sempat berhenti di sebuah desa kecil di bawah kaki gunung, membedah lukanya sendiri dengan pisau yang dipanaskan di atas bara api, dan menjahitnya tanpa suara di dalam sebuah gubuk tua yang sunyi.Bagi Han Feng, rasa sakit fisik itu adalah penebusan kecil atas rahasia kelam yang ia simpan begitu rap
Last Updated : 2026-01-22 Read more