"Itu karena Brandon masih dihukum," jawab Abigail.Mata Briony semakin bulat. "Brandon dihukum? Kenapa? Apakah Papa belum memaafkannya? Apa hukumannya? Dia tidak mungkin disiksa, kan?" Abigail terkekeh geli melihat responsnya. "Tidak usah panik begitu, Bri. Dia cuma disuruh memindahkan jerami, mengisi air, dan membersihkan kotoran kuda," terangnya santai.Namun ternyata, Briony malah semakin panik. "Apa? Brandon membersihkan kotoran kuda?" Tanpa bertanya lagi, ia bergegas menuju kandang. Abigail menatap punggungnya dengan heran. "Loh, Briony? Kau mau apa?" "Menyelamatkan Brandon!""Apa yang perlu diselamatkan? Dia bukan disiksa, cuma disuruh bekerja," seru Abigail, tak paham. "Justru itu siksaan baginya!" Sementara itu, Barbara berlari mengejar sambil mengingatkan, "Sayang, pelan-pelan! Kakimu masih belum sembuh." Akan tetapi, Briony terus mempercepat langkah. Ia tidak peduli dengan pergelangan kakinya. Kondisi Brandon jauh lebih mengkhawatirkan baginya. Sesampainya di istal, i
Read more