Pagi ini di Hamburg datang dengan udara dingin yang menusuk tulang. Kabut tipis masih menggantung di udara, ketika Damara keluar dari mobil hitamnya dan berdiri sejenak di seberang jalan. Ia menatap layar ponselnya sejenak, dan baru saja mematikan sambungan telfon dari anak buahnya di Jakarta yang ia tugaskan untuk mengawasi Leon.“Untuk sementara, sepertinya masalah Leon sudah selesai. Aku ingin fokus pada Anne," gumamnya seraya mengangkat wajah dan menatap ke depan sana.Dari balik kacamata gelapnya, kini pandangannya tertuju pada sebuah rumah bergaya klasik, yaitu rumah yang kini menjadi tempat perlindungan Anne. Rumah kakek dan nenek Anne.Namun, Damara hanya berdiri seolah mengawasi di sana. Ia tidak melangkah mendekat, mungkin tidak hari ini.Damara bukan pria bodoh. Ia tahu, jika satu langkah yang salah bisa membuat Anne semakin menjauh, atau lebih buruk lagi, bisa membuat gadis itu ketakutan hingga membahayakan kandungannya.“Tenang,” gumamnya pada diri sendiri. “Kau tidak sed
Last Updated : 2025-12-14 Read more