“Anne, ini … apa ini benar-benar kau?” Suara Leon tersendat, seolah pita suaranya tertarik paksa oleh rasa kaget yang menampar dadanya.“Leon, ini aku Anne, istrimu.” Wanita itu menatapnya dengan mata yang sudah berembun, air matanya bercampur dengan air hujan di wajahnya.Tubuh Leon terasa membeku di tempat. Suara hujan yang menghantam tanah, atap, dan bebatuan taman berubah seperti bisikan ribuan jarum yang menusuk telinganya, tapi yang benar-benar ia rasakan hanyalah tubuh rapuh yang sedang memeluknya begitu erat, seolah ingin menempel menjadi satu dengannya.“Kau … kau kembali? Untukku?” Tangan Leon bergetar, hendak balas memeluk tubuh gadis itu.Gadis di hadapannya itu tersengal-sengal sambil menekan wajahnya ke dada Leon. Bahunya naik turun tak beraturan, seperti seseorang yang hampir tenggelam lalu tiba-tiba ditarik ke udara.“Aku … aku tak bisa di luar sana, Leon.” suaranya retak, patah, tercampur hujan dan air mata. “Aku takut, aku sangat ketakutan. Aku tak bisa hidup tanpa k
Last Updated : 2025-11-30 Read more