Luki berjalan mendekat, tubuhnya yang atletis terekspos sepenuhnya. Ia menjatuhkan dirinya di samping Gladys, langsung menarik Gladys ke dalam pelukan. Sentuhan kulit mereka yang berbeda suhu menciptakan kejutan yang menyenangkan. Luki mencium Gladys, ciuman itu dalam dan liar, menghapus semua jarak dan keraguan yang ada. Gladys membalas dengan antusiasme yang sama, mencengkeram bahu Luki. Luki mengangkat tubuh Gladys, mendudukkannya di pangkuannya, memastikan mereka saling berhadapan. Gerakan itu cepat dan penuh kendali, menunjukkan siapa yang memegang kendali atas adegan ini. "Kamu kangen banget ya, Luk?" Gladys mendesis, napasnya memburu di telinga Luki, ia mulai mengusap punggung Luki. "Iyalah. Aku udah lama nahan," Luki menjawab lugas, menarik dagu Gladys, memaksa Gladys menatapnya. "Enak begini, Luk?" Gladys bertanya, sambil menggesekkan tubuhnya yang lembut. "Udah, kamu diam aja," Luki mendesis pelan, menghentikan gerakan Gladys, tangannya mulai menjelajah. "Aku kangen k
Read more