Sang kakek mengucapkan kata-kata itu dengan suara lantang, berat seperti dentuman genderang."Kalau para leluhur ingin menyalahkan, biarlah semua kesalahan jatuh pada diriku seorang. Aku yang menentang aturan nenek moyang, aku yang durhaka!"Pada saat itu, sosok sang kakek tampak gagah bagaikan seorang raksasa."Ayah!""Kakek!"Mendengar kata-kata itu, Ryan dan Sakha langsung merasa darah mereka mendidih. Setelah tertekan selama bertahun-tahun, hari ini akhirnya semuanya terlepas."Ayah, kalau leluhur menyalahkan, biar aku menanggungnya bersama Ayah!" kata Sakha."Aku juga!" Ryan menimpali."Nak, kamu segera selidiki virus di daerah wabah itu. Pemeriksaan dengan melihat, mendengar, bertanya, harus dilakukan sedetail dan seteliti mungkin. Jangan sampai salah menilai. Kalau perlu aku datang ke daerah wabah itu, kamu tinggal bilang!"Saat ini, Sakha penuh semangat, seolah-olah bisa kembali menjalankan pengobatan membuat dirinya menemukan makna hidup yang sebenarnya."Dengan Ayah dan Kakek
Read more