"Kamu cuma suka uangnya?" tanya Ryan. "Kalau begitu kamu bisa cari yang lebih kaya. Dengan tubuhmu, itu nggak sulit, 'kan?""Bukan cuma suka uangnya," kata Xavia. "Dia itu lulusan unggulan, kemampuannya juga lumayan. Secara keseluruhan sih cukup baik." Lalu, dia menambahkan, "Tentu saja, tetap nggak bisa dibandingkan dengan Pak Ryan. Pak Ryan benar-benar punya segalanya."Sambil berkata demikian, dia malah menggeser pinggulnya dan duduk di ranjang Ryan.Ryan bergeser ke samping dan berkata, "Kalian berdua itu ... yang satu mata duitan, yang satu doyan cantik. Cocoklah!""Jangan ngomong seketus itu dong," ujar Xavia. "Sebenarnya, setiap wanita berharap pacarnya adalah pahlawan sejati. Tapi, Bara memang penakut sejak lahir, mau bagaimana lagi. Kalau dia sedikit lebih berani, pasti sudah sempurna."Sambil berkata demikian, dia menatap Ryan dengan sorot mata lembut. "Sejujurnya, Pak Ryan itu sangat sempurna. Bisa memenuhi banyak imajinasi wanita tentang pasangan ideal."Setelah itu, dia te
Read more