แชร์

Bab 341

ผู้เขียน: Felix Harrington
Ryan memang bersimpati pada nasib Xavia, tetapi bagaimanapun juga perempuan itu adalah pacar musuhnya. Dia belum sebegitu sok suci. Lagi pula, baru saja dia mulai merasa mengantuk, sudah diganggu oleh beberapa orang ini.

Belum lagi meja di depannya dan lantai di bawah kakinya dipenuhi kulit kuaci berserakan ke mana-mana, membuat suasana hatinya semakin buruk.

"Heh? Datang nih tukang ikut campur!" ejek pemuda itu karena mengira Ryan ingin membela Xavia. "Mau jadi pahlawan penyelamat, ya?"

"Kalau
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 761

    Beberapa kata terakhir itu diucapkan dengan penekanan yang sangat kuat!Tiba-tiba, Wilsen menatap mata kiri Ryan."Tsk, tsk, kalau dilihat baik-baik, karyaku dulu masih kelihatan ya! Hahaha!"Yang dia maksud tentu adalah bekas luka halus di tulang alis Ryan. Dulu, Ryan disergap oleh beberapa teman berengsek Wilsen dan dipukul di tanah. Wilsen yang memakai sepatu kulit beralas keras langsung menginjak wajah Ryan. Injakan itu bukan hanya melukai tulang alisnya, bahkan hampir membuat Ryan buta.Sejak kejadian itu, demi melindungi Ryan, Yanna tidak berani lagi berhubungan dengannya.Mengingat masa lalu itu, amarah di dalam hati Ryan sudah seperti gelombang besar yang mengamuk.Saat itu, Wilsen melihat semangkuk obat yang belum diminum habis oleh Timmy. Kilatan licik muncul di matanya."Ryan, kamu bilang mengobati pasien, tapi malah kasih pasien minum benda seperti ini?" Dia berjalan ke meja, mengangkat mangkuk obat, lalu mencium baunya."Dokter Wilsen, hati-hati!" Melisa langsung panik, ja

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 760

    "Wilsen?" Yanna mengernyit.Mobil Audi hitam itu memang kendaraan milik Wilsen.Pagi tadi di ruang medis, Wilsen sedang menggoda seorang perawat kecil. Tiba-tiba, dia melihat dari jendela bahwa Yanna keluar dari rumah sakit. Padahal masih jam kerja, kenapa Yanna tiba-tiba keluar?Wilsen merasa ada yang tidak beres, jadi dia ikut keluar dan mengemudi mengikuti sampai ke sini.Saat ini, Wilsen turun dari mobil, menendang pintu gerbang dengan kasar, lalu berjalan masuk ke halaman dengan penuh amarah."Kak, kamu beri tahu Wilsen pasien tinggal di sini?" tanya Ryan dengan ekspresi jijik."Nggak!" Yanna memasang ekspresi lugu, lalu bertanya kepada Wilsen, "Kamu kenapa ke sini?"Wilsen langsung berteriak marah, "Kenapa aku ke sini? Aku datang untuk menangkap basah kalian berselingkuh!"Wilsen menunjuk Ryan dan berteriak kepada Yanna, "Yanna, tadi di rumah sakit aku lihat kamu keluar sendirian, aku sudah tebak kamu datang menemui dia untuk kencan. Ternyata dugaanku benar!"Wajah Yanna langsung

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 759

    Pagi hari, di tempat tinggal Melisa.Saat ini, Melisa tinggal di sebuah rumah pedesaan di kaki Gunung Umara. Tempat ini bersandar pada pegunungan, jauh dari pelabuhan Kota Shein, sangat bermanfaat bagi kondisi talasemia Timmy.Selain itu, rumahnya berdiri sendiri, dikelilingi bebatuan dan pepohonan. Suasananya tenang, udaranya segar, merupakan tempat yang sangat cocok untuk pemulihan.Pukul 9 pagi, Ryan datang tepat waktu ke halaman kecil itu. "Kak, ini obat yang kubawa. Nanti Timmy minum dulu. Sebentar lagi aku akan melakukan akupunktur," kata Ryan sambil mengeluarkan obat dari tasnya.Kemudian, dia mengeluarkan satu per satu barang tanpa henti."Timmy, ini Ultraman Zero versi kecepatan yang kamu mau.""Kak, ini produk perawatan kulit untukmu. Produk ini bagus, semuanya ekstrak herbal!"Melisa berkata dengan penuh haru, "Pak Ryan, ke depannya nggak perlu lagi beliin kami barang-barang seperti ini. Kamu sudah nggak memungut biaya pengobatan Timmy, malah masih beliin kami barang-barang

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 758

    Tengah malam, di Vila Nirvana.Plak! Septian marah besar. Dia melempar ponsel di tangannya hingga hancur berkeping-keping."Kak Septian, tenanglah!" Hengky memungut ponsel yang pecah dengan hati-hati, lalu meletakkannya di atas meja. "Kak Septian, ada apa? Kenapa sampai semarah ini?""Delapan Wajah gagal!" pekik Septian. "Rusam berhasil kabur!"Hengky terkejut. "Kalau Kak Rusam tahu itu kamu ... apa dia akan kembali ke tanah air buat ...."Kalimat selanjutnya tidak dia ucapkan, tetapi semua sudah paham."Itu yang aku khawatirkan!" Alis Septian sampai berkerut. "Sekarang hanya ada satu cara!"Septian menatap Hengky. "Kamu bawa orang-orang kita, culik istri dan anak Rusam!""Hah?" Ekspresi Hengky tampak serbasalah. "Kak Septian, ini ...."Dia sebenarnya ingin mengatakan cara itu terlalu kejam. Namun, karena tekanan dari Septian, kata-kata itu ditelannya kembali."Kenapa? Ada masalah?" Tatapan Septian menusuk ke arah Hengky."Sebenarnya tadi aku juga ingin melapor. Istri dan anak Kak Rusa

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 757

    Sebenarnya, yang paling ditakuti Rusam adalah setelah dia dipenjara, tidak ada lagi yang mengurus istri dan anaknya.Anaknya sekarang sedang sakit parah dan sangat membutuhkan uang. Hanya dengan membayar biaya pengobatan yang besar, nyawa anaknya bisa dipertahankan.Selama dia di luar negeri, setidaknya dia masih bisa menghasilkan uang lewat bertarung ilegal atau kerja kasar, lalu diam-diam mengirimkannya ke dalam negeri. Dengan begitu, nyawa anaknya masih bisa dipertahankan.Namun, dia tidak mengatakan semua itu, jadi Ryan tidak tahu apa yang sebenarnya dia pikirkan.Di samping, melihat negosiasi menemui jalan buntu, Angie tiba-tiba tersenyum dan berkata, "Rusam, kamu tahu nggak, karena Septian sudah berniat membunuhmu, dia nggak akan melepaskanmu dan juga istri serta anakmu!"Angie sangat cerdas. Dalam urusan dunia mafia seperti ini, dia jauh lebih berpengalaman dibanding Ryan."Sekarang kamu berhasil kabur, Septian pasti nggak bisa tidur nyenyak. Dia akan mengirim orang untuk membur

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 756

    Whoosh! Angin kencang dan hujan deras langsung menerobos masuk ke rumah. Di tengah hujan badai, sebuah sosok melesat masuk, mengulurkan tangan, dan langsung menangkap Rusam."Kamu Rusam, 'kan?" Ternyata yang datang adalah seorang wanita.Rusam bertanya, "Kamu siapa?""Ikut aku!" Wanita itu berkata dengan dingin sambil menarik Rusam keluar."Jangan biarkan dia kabur!" Para pria berbaju hitam berteriak dan langsung menyerbu.Namun, kemampuan wanita itu sangat hebat. Siapa pun yang mendekati Rusam langsung ditendangnya hingga terlempar.Namun di sisi lain, kondisi Ibor sangat buruk. Dia sudah dikepung oleh para pria berbaju hitam."Ibor!" Rusam berteriak, berusaha melepaskan diri dari tangan wanita itu untuk kembali menyelamatkan Ibor."Kak Rusam, cepat kabur!" teriak Ibor sambil mengayunkan parang melawan mereka. "Istri dan anakmu nggak bisa tanpa kamu, cepat kabur!"Saat berbicara, punggung Ibor terkena tebasan. Rasa sakit membuatnya terhuyung dan hampir jatuh ke tanah."Ibor!" pekik Ru

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 580

    "Ryan! Ryan ...." Bianca menjerit dengan suara memilukan. Pada detik ini, seluruh dunianya berubah menjadi kelabu.Bianca tentu tahu, kehilangan darah terlalu banyak dan berhentinya detak jantung berarti apa."Ah!" Saat ini, dia tidak tahu bagaimana menggambarkan rasa sakit di hatinya, hanya bisa me

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 576

    "Gila, bocah itu ... ternyata menang?" seru Theo dengan kaget."Ryan terlalu licik," ujar Lutfi dengan wajah serius. "Dia masuk ke hutan. Orang-orang kita jadi nggak bisa bergerak leluasa. Ditambah pandangan yang buruk, pasti sesama orang kita saling melukai, lalu dia memanfaatkan celah itu.""Sudah

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 578

    "Ah! Tolong, tolong!"Theo berjuang mati-matian ingin memanjat keluar dari akuarium, tetapi karena gerakannya terlalu berlebihan, kawanan piranha justru terpancing dan menjadi semakin ganas, menyerangnya dengan brutal.Seekor ikan menggigit hingga menembus punggung tangan Theo. Darah merah pekat lan

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 544

    Begitu Winston mendengar ucapan itu, dia sangat murka dan membanting gelas anggur dengan keras ke atas meja."Apa maksudmu? Menganalisisku? Mengorek jaringan relasiku di kantor pusat? Kamu itu siapa sih?""Aku beri tahu kamu, pimpinan di kantor pusat semuanya aku kenal. Bukankah kamu dari divisi lit

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status