Hanum adalah wanita secantik dewi. Jika Hanum meninggalkannya, entah berapa banyak pejabat tinggi dan orang kaya yang sudah menunggu, akan mengambil tindakan.Septian juga masih berharap suatu hari penyakitnya bisa sembuh, lalu benar-benar menikmati bunga cantik ini. Dia sudah memelihara Hanum selama bertahun-tahun, mana mungkin rela Hanum pergi begitu saja!"Istriku, besok kamu pergi jalan-jalan ke mal, pilih saja pakaian dan tas sesukamu, aku yang bayar!" kata Septian sambil tersenyum. "Jangan marah lagi ya!""Hmph!" Hanum mendengus dingin. Sudut matanya melirik ke arah lemari.Lemari itu sunyi, tidak ada keanehan apa pun, yang berarti Ryan tidak akan bertindak gegabah.Dia pun tidak memaksa lagi, menghela napas panjang dan berkata, "Aku nggak marah. Pakaian dan tas sudah banyak, nggak perlu beli lagi. Kamu cepat pergi ke pesta. Kalau lama-lama, nanti nggak keburu.""Baguslah kalau kamu nggak marah lagi." Septian tersenyum, lalu berteriak ke luar, "Tiana, bantu ambilkan jas yang dipe
Read More