Suara berdentum keras yang tiba-tiba menggelegar memecah keheningan syahdu fajar di kompleks sanggar kerja khusus pemahat, wilayah Kerajaan Walaing. Pintu kayu jati yang tebal, menjulang tinggi dan kokoh, kini terpelanting terbuka dengan paksa, menampilkan sebuah pemandangan yang tak menyenangkan di ambangnya. Sosok Laturana, Panglima Prabu Boko yang terkenal kejam dan penuh kesombongan, berdiri dengan angkuh dan mencemooh, matanya memindai ruangan temaram itu dengan sorot meremehkan. Di belakangnya, langkah tenang dan penuh wibawa Prabu Boko terdengar, memecah kebisuan pagi, sementara di sisinya Ron Ayu tampak jelas pucat, jemarinya bertaut erat dalam doa yang tak putus-putus, kegelisahan terpancar samar dari wajah cantiknya yang sendu.Udara di dalam sanggar, yang belum tersentuh sinar matahari, masih pekat oleh temaram remang-remang pagi. Namun, di tengah-tengah kekelaman itu, siluet tinggi Bandung Bondowoso berdiri tegak dan tak tergoyahkan, menghadap ke arah mereka dengan tatapan
Last Updated : 2026-01-31 Read more