Namun, kegembiraan itu belum usai. Belum sempat Kayuwangi menghela napas lega, rintihan Ron Ayu kembali terdengar, disusul oleh deru perjuangan yang tak kalah heroik dan gigih. Kemudian, beberapa saat setelahnya, tangisan kedua, lebih nyaring dan tajam, merobek malam yang sakral. Kali ini, tangisan itu datang dari suara yang berbeda, membelah atmosfer yang sudah dipenuhi oleh keajaiban.Nyi Rumbangwangi, dengan suara bergetar dan mata tuanya berkaca-kaca haru, berkata, "Dan… dan seorang putri, Gusti! Astaga, sebuah anugerah tak terkira! Puji syukur, dua kali puji syukur kita haturkan… kembar dhampit, Gusti Rakai… Sepasang putra dan putri, lahir selamat di Malam Siwaratri yang sakral ini!"Keajaiban itu sungguh tak terduga. Sepasang putra dan putri, kembar dhampit, terlahir dengan selamat di bawah restu kegelapan malam, di tengah peperangan yang berkecamuk. Mereka terlahir seolah menjadi penawar paling mujarab atas segala kebencian dan permusuhan ya
Last Updated : 2026-02-13 Read more