Lembah Walaing bergemuruh dahsyat, bukan karena guncangan alam, melainkan akibat pelepasan puncak ilmu bela diri dari seorang resi perkasa, Mpu Kumbhayoni. Setiap inci tanah di sekitarnya seolah hidup, bergetar menyalurkan energi dahsyat yang terpancar dari gada yang digenggam sang Mpu. Baja berat di tangannya seakan memudar, digantikan oleh entitas gaib yang membara, memancarkan hawa panas hingga rumput-rumput hijau di sekitar garis serangnya mendadak layu dan menghangus. Aura yang mendominasi tersebut, cukup untuk membuat nyali prajurit paling pemberani sekalipun menciut, namun di hadapannya, berdiri dua pilar hidup yang teguh, tak tergoyahkan sedikit pun: Wulung dan Mudra, murid-murid setianya."Maafkan kami, Guru!" seru Mudra, suaranya tenang namun mengandung tekad yang kuat, kontras dengan gemuruh amukan sang guru. Jemarinya merapal gerakan kuno yang memilin aliran udara, membentuk perisai transparan. Permukaan pelindung tak kasat mata itu segera memantulkan percikan api dan gelo
Last Updated : 2026-02-14 Read more