Clara sudah kembali ke Eropa. Jet pribadi yang disediakan Tuan Vega mendarat di hanggar pribadi di pinggiran Berlin, jauh dari pandangan publik. Udara dingin Eropa terasa berbeda dari Jakarta, tetapi tekad Clara tetap membara. Ben, meskipun bahunya masih sakit, segera mengurus transfer data dan komunikasi. Dia tahu, mereka kini bergerak di bawah lindungan Tuan Vega, yang berarti mereka harus sangat berhati-hati. "Nyonya," ujar Ben, meletakkan laptop di meja. "Tim legal sudah mengirimkan notifikasi. Ny. Marissa sudah ditahan di Jakarta. Dia di bawah pengawasan ketat, tidak bisa mengganggu A&A, tapi dia belum didakwa secara pidana." "Dia hanya ditahan secara finansial," balas Clara, tangannya menyentuh flash drive berisi foto Saudara Kembar Alex. "Dia akan bebas jika dia bisa membuktikan Wasiat Ketiga Alex itu tidak sah. Kita harus menemukan Saudara Kembar Alex itu, Ben." Clara membuka laptop. Dia memperbesar foto buram Saudara Kembar itu. Bayi laki-laki itu tampak mirip Alex, teta
Last Updated : 2025-11-29 Read more