“Mas ….” seru Inggrit menyusul sang suami ke toilet yang letaknya tak jauh dari meja makan. Wajahnya panik, matanya meneliti setiap gerak Radja dengan cemas. Pintu toilet ia buka tanpa ragu. Radja berdiri di depan wastafel, kedua tangannya bertumpu pada pinggiran keramik putih itu. Kepalanya tertunduk lemas, napasnya masih berat. Mual hebat yang barusan menyerang benar-benar menguras setengah tenaganya. “Kamu sakit, Mas?” tanya Inggrit sambil mendekat. Tangannya terulur hendak menyentuh kening sang suami, namun Radja cepat mengangkat telapak tangannya, menahan sentuhan itu. “Saya tidak apa-apa,” ucapnya dingin. Radja meraih tisu, mengelap mulutnya sekilas, lalu membuangnya ke tong sampah. Tanpa menunggu respons, ia berbalik dan melangkah keluar dari toilet, melewati Inggrit yang masih berdiri di belakangnya. “Mas, kita periksa aja dulu, ya? Ke Sultan,” ujar Inggrit, langkahnya mengekor rapat. Nadanya terdengar lebih mendesak. Radja terus berjalan, seolah tak mendengar.
Last Updated : 2025-12-28 Read more