“Kamu tahu, sayang. Aku udah siapin nama buat anak kita,” ungkap Kaisar penuh semangat. Siang itu, dia dan Fairish makan siang bersama seperti biasa saat jam makan siang di kantor masing-masing. Dan keduanya memilih makan siang di restoran mewah. “Baru juga bentuk zigot, udah siapin nama aja,” ucap Fairish dengan nada ketus. Kaisar terkekeh pelan mendengarnya. “Ya gak apa-apa. Jujur, aku udah siap banget mau jadi ayah. Makanya aku udah siapin dari sekarang.” Mata Fairish menyipit dingin. “Ngomong-ngomong, kamu masih gak mau jelasin ke aku kenapa akhir-akhir ini kamu baik ke Djiwa? Sengaja banget ya, bikin aku cemburu?” Kaisar menghela napas panjang. “Bukannya aku udah bilang, gak usah pikirin itu. Intinya, cinta aku ke kamu itu nyata, Rish.” “Ya, tapi aku penasaran aja. Gimana bisa kamu baik ke dia setelah sekian lama ini? Aneh tahu, gak?” Fairish meletakkan sendoknya ke atas piring, mendadak tidak nafsu makan. “Dengerin aku, ya?” Kaisar meraih satu tangan Fairish, mengge
Last Updated : 2025-12-24 Read more