“Akhirnya selesai juga kamarnya Non Djiwa,” gumam Mbok Inem sambil memutari ruangan, matanya meneliti setiap sudut dengan puas. Senyumnya mengembang lebar. “Tinggal ditempati mulai hari ini.” “Iya, Mbok,” sahut salah satu pelayan baru, Mirna, yang berdiri di dekatnya. Sejak tadi matanya tak berhenti berkeliling, jelas penasaran. “Mbok, Non Djiwa itu yang mana, ya?” Mbok Inem terkekeh pelan. “Sebentar lagi ke sini, Mir. Pokoknya paling cantik, paling baik, ramah, dan gak sombong. Kalau ketemu, kamu pasti langsung tahu.” Mirna mengangguk cepat, masih penasaran, sampai akhirnya pintu kamar terbuka perlahan. Djiwa muncul di ambang pintu bersama Mbok Iyam yang menyeret satu koper terakhir. Mirna refleks membulatkan mata. Seketika ia setuju wanita itu benar-benar cantik. Wajahnya lembut, teduh, dan dari caranya melangkah saja sudah terasa kalau dia orang baik. “Selamat datang, Non,” sapa Mbok Inem riang, seperti menyambut seseorang yang baru pulang dari perjalanan jauh. Djiwa terseny
Terakhir Diperbarui : 2026-01-05 Baca selengkapnya