“Anak Fairish laki-laki, Yun?” tanya Mbah Kinasih pada keponakannya, Sekar Ayunda, yang hari itu datang berkunjung untuk menyampaikan kabar baik. Sekar tersenyum lebar. “Iya, Bi. Akhirnya, setelah hampir lima tahun, ada juga yang memberi keturunan laki-laki dari tiga menantuku. Tapi ya … sebenarnya harapanku cuma dari dua menantu saja.” Anggun, adik kandung Sekar yang ikut duduk di sana, menyunggingkan senyum kecil. “Mbak, Mbak. Tetap saja, ketiganya menantu kamu. Mereka sama-sama mengabdi ke anak-anak kamu. Jangan dibeda-bedain begitu.” Sekar melirik Anggun dengan tatapan sinis. “Suka-suka aku, lah.” “Syukurlah,” ucap Mbah Kinasih tulus, matanya berbinar. “Akhirnya Fairish dan Kaisar akan segera punya anak.” Anggun spontan menutup mulutnya, menahan tawa. “Lho, kok jadi Kaisar, Bi? Fairish itu istrinya Sultan.” “Eh?” Mbah Kinasih tampak terkejut. “Terus … istrinya Kaisar siapa namanya?” “Kalau menantu dianggap gak penting, memang susah diingat, Bi,” sela Sekar dengan na
Last Updated : 2026-01-09 Read more