“Mas, di sekolah ada banyak temen-temen, ya?” tanya Ratu polos pada kedua saudara kembarnya. “Iya,” jawab Regantara singkat, seperti biasa. “Banyak banget, dek,” timpal Narendra antusias. “Terus ada taman bermain juga. Ada kantin buat jajan.” Mata Ratu langsung berbinar. “Ada ayunan juga, Mas?” Narendra mengangguk cepat. “Ada. Sama perosotan. Pokoknya banyak, deh.” “Wah …,” Ratu tersenyum lebar. “Ratu gak sabar mau sekolah.” Tatapannya beralih ke Radja yang tengah fokus menyetir, sementara Djiwa duduk di kursi depan di sampingnya. “Besok Ratu sekolah ya, Dad?” Radja melirik ke spion tengah. “Belum tentu, sayang. Kita daftar dulu hari ini. Biasanya belum tentu langsung bisa masuk.” “Oh ….” Ratu sedikit mengkerut, namun Regantara segera menyahut. “Tapi kamu bisa main di taman sama kita,” ucapnya tenang.
Read more