“Kalau Nenek udah pulang, kenapa Papa Binar belum pulang?” Binar memiringkan kepala, menatap neneknya dengan wajah polos penuh tanda tanya. Sekar tersenyum tipis, berusaha terdengar tenang. “Papa kamu besok pulang, Nak. Hari ini Papa masih ada urusan.” “Urusan apa?” Binar belum puas, alisnya berkerut kecil. “Sudah,” sela Fairish cepat, menatap putrinya lembut tapi tegas. “Papa pasti pulang besok. Sekarang habiskan sarapannya, nanti kamu telat sekolah.” Binar menatap ibunya sesaat, seolah ingin membantah, namun akhirnya mengangguk. Ia kembali menyuap makanannya. Setelah memastikan piring Binar benar-benar kosong, Fairish menggandeng putrinya menuju kamar. Ia paham, pagi ini akan ada percakapan yang tak seharusnya didengar anak kecil. Begitu Fairish dan Binar menghilang dari ruang makan, suasana mendadak s
Read more