“Tuntutan pekerjaan, sayang. Kamu juga tahu sejak dulu kalau pekerjaan saya memang seperti ini,” jelas Radja lembut. Ia menatap istrinya dengan penuh perhatian. “Untuk hal yang beberapa hari sebelumnya sempat kita bicarakan, nanti saja kita lanjutkan setelah saya pulang dari luar negeri, ya?” Djiwa terdiam beberapa saat. Seolah menimbang kata-kata suaminya. Di sisi lain, Naren menatap ayahnya dengan wajah polos. “Daddy mau kerja di luar negeri lagi kayak dulu, ya?” tanyanya. “Yang selalu ninggalin aku sama Mas Regan?” Radja tersenyum kecil mendengar itu. “Iya, Nak.” Naren mengangguk pelan, tampak mengerti. “Tapi jangan lama-lama ya, Daddy,” katanya tulus. “Kasihan Mommy lagi hamil, tapi Daddy tinggal.” Radja mengangguk sambil tersenyum hangat. “Iya, Nak. Tapi Mommy kan punya tiga jagoan,” ujarnya sambil menunjuk satu per satu. “Regan, kamu, dan Ratu.” Ia kemudian melirik perut Djiwa yang mulai membulat. “Belum lagi adik kecil yang ada di dalam perut Mommy.” Naren langsung ter
Read more