“Belajar yang benar, ya, sayang. Jangan nakal, dan jangan suka membully teman,” pesan Djiwa lembut pada ketiga anaknya yang sudah berdiri rapi di depan kelas. “Oke, Mommy,” jawab mereka kompak. Satu per satu kemudian berpamitan pada kedua orang tua mereka yang mengantar hingga ke depan ruang kelas. “Daddy nanti jemputnya jangan sampai telat, ya.” Ratu mengangkat satu jari telunjuknya, menunjuk sang ayah dengan wajah serius. Radja terkekeh pelan. “Siap, tuan putri.” Ratu langsung terkikik mendengar jawaban itu. “Mau cium Daddy dulu sebelum masuk.” Radja segera berjongkok di hadapan putrinya, menyerahkan pipinya. Ratu mencium pipi sang ayah cepat, lalu Radja balas mencium pipi kecil itu dengan lembut. “Selalu ingat kata-kata Mommy, ya, Nak,” ucap Radja pelan. “Iya, Daddy.” Ratu mengangguk patuh. Setelah itu, giliran kedua kakaknya yang berpamitan pada sang ibu. Regan melangkah mendekat, lalu menatap perut Djiwa yang mulai sedikit membuncit. “Mas sekolah dulu, ya, Dek,” ucapn
Baca selengkapnya