Ratu berdiri di balkon apartemen, membiarkan angin sore menerpa wajahnya. Hamparan gedung-gedung pencakar langit membentang di hadapannya, diselimuti cahaya jingga senja yang perlahan tenggelam di balik cakrawala.Pemandangan itu indah, namun pikirannya sama sekali tak berada di sana.“Aku udah lebih dari seminggu di sini, tapi ...,” gumamnya lirih.Jemarinya saling menggenggam erat, seolah berusaha menenangkan kegelisahan yang tak kunjung reda.“Aku belum siap pulang,” matanya mulai berkaca. “Belum siap ketemu Daddy, Mommy, Mas Regan dan Mas Naren.”Ia menarik napas panjang, tetapi dadanya justru terasa semakin sesak. “Dan ... aku juga belum siap jujur sama Mas Sankara.”Bayangan wajah pria itu seketika memenuhi benaknya.Bagaimana jika setelah mengetahui kenyataan tentang dirinya, tatapan hangat itu berubah? Bagaimana jika rasa sayang yang selama ini ia rasakan perlahan menghilang?“Gimana kalau Mas Sankara jadi benci sama aku?” bisiknya pelan. “Gimana kalau dia gak mau nerima aku l
آخر تحديث : 2026-07-27 اقرأ المزيد