"Mm, Ayah tenang saja. Aku Cuma pindah keluar untuk tinggal sendiri. Kalau ada apa-apa, telepon saja, aku akan langsung datang!" Arlo tersenyum tipis dan berkata dengan tenang."Nggak boleh, aku nggak setuju ...," ucap Victor dengan sangat tegas. Meski dalam hati dia tahu, dia tidak bisa menahan menantunya itu.Dalam beberapa hari sejak Arlo sembuh dari sakitnya, Victor sudah benar-benar melihat jelas sifat menantunya ini. Dia memiliki pendirian kuat, pikiran yang mendalam, dan pribadi yang sangat teguh."Ayah, tenang saja!" Arlo menepuk bahu Victor, lalu berjalan menuju pintu.Renata marah dan malu. "Kamu mau pindah ke mana? Tinggal di bawah jembatan?""Ayahmu bilang, Adrian itu nggak boleh kamu singgung! Tapi kamu malah sok hebat, mau balas dia!""Lalu ayahmu suruh kamu pergi bersembunyi, kamu nggal mau, bilang mau ikut ujian jalur prestasi. Hasilnya bukan dapat kualifikasi, malah bikin anaknya Pardus cacat!""Sekarang kamu sudah bikin masalah besar, lalu mau pergi begitu saja! Lebih
Read More