Di tengah pertempuran yang sengit, serangan dari para samurai, ninja, penembak, dan praktisi sihir datang dari segala arah, seolah tak menyisakan celah sedikit pun bagi Arlo.Karena tak mampu membunuh Arlo, yang bisa mereka lakukan hanyalah perlahan-lahan menguras tenaga pemuda itu.Pedang panjang di tangan Arlo berkali-kali memelesat ke luar, berputar kembali, lalu berkali-kali menebarkan hujan darah di halaman kuil.Di luar gerbang kuil, orang-orang terus berdatangan, seolah tak ada habisnya.Arlo bagaikan mesin pembunuh yang tidak mengenal lelah. Saat melemparkan pedang panjangnya, dia juga mengerahkan Senjata Ilahi Lima Elemen untuk membentuk energi pedang dan menebaskannya. Satu pedang nyata dan satu pedang semu di tangannya dimainkan seperti sedang melakukan atraksi sulap.Ratusan orang telah tewas, tetapi orang-orang di hadapannya tetap maju silih berganti, seolah sama sekali tidak takut mati, juga tidak peduli betapa mengerikan dan mengenaskannya cara mereka mati.Hampir semua
続きを読む